Posts

Tujuh Temanku yang Beruntung

Image
Setelah 7 bulan luliah di UM, dan mengenal teman-temanku seoffering, offering A, Prodi Pend. Sejarah, aku mulai bisa mengenali kepribadian teman-temanku. Semakin banyak informasi yang kuperoleh tentang mereka, teman-temanku, maka semakin mudah bagiku untuk mempengaruhi mereka dan menempatkan diriku sebaik mungkin. Dalam birokrasi kampus, ada 7 anak yang beruntung menjadi pengutus ormawa. Dari ketujuh orang tersebut, lima diantaranya ada di BEM FIS, dan dua lainnya di HMJ Sejarah. Kedua ormawa tersebut dikuasai oleh bendera Merah. Dengan demikian, hanya ada dua kemungkinan bagi mereka, yakni benar-benar netral atau ikut bergabung ke bendera tersebut.. Lima orang yang menjadi Pengurus BEM FIS 2017 adalah El, Ghofur, Rizka, Puput, Rania, dan Ainun. El adalah anak yang grapyak, namun secara keagamaan dia sangat lemah, sering meninggalkan shalat; dia sangat dekat dengan pejabat, sehingga besar kemungkinan dia sudah masuk ke Merah. Ghofur anak Madura, kabarnya dia pernah jadi ...

Mahasiswa Kupu-kupu

Image
Mahasiswa yang aktif diorganisasi kahasiswaan pasti lebih luas jaringannya. Keluasan jaringan sangat penting untuk mendapatkan peluang-peluang kerja dan mempertajam kepekaan sosial. Semakin luas jaringan seseorang, maka semakin besar pula peluangnya untuk menempatkan diri di masyarakat sesuai keinginannya. Masyarakat, sebagai rakyat yang setiap hari selalu bingung dengan pekerjaan dan gaji, tidak butuh sarjana yang banyak bicara dan banyak teori. Masyarakat hanya butuh sarjana yang paham situasi dan kondisi, yang bisa menempatkan dirinya sesuai dengan lingkungan masyarakat setempat. Tuntutan masyarakat tersebut jelas tidak bisa dipelajari secara penuh di dalam kelas-kelas kuliah. Di kelas, mahasiswa hanya sibuk dengan matakuliah jurusan yang ia tekuni. Semua itu hanya bisa didapat dan diperkuat melalui organisasi kemahasiswaan. Dengan demikian, sejak awal, mahasiswa harus mulai memikirkan tentang organisasi apa yang ia inginkan dan pengembangan diri apa yang akan ia ...

Mahasiswa Kader Pemimpin Bangsa

Image
Mahasiswa adalah kader bangsa yang menjadi penggerak pemerintahan di masa yang akan datang. Pemikiran akademis-kritis sangat perlu ditanamkan kepada mereka agar kelak bisa menangani masalah-masalah negara yang semakin lama semakin kompleks. Mahasiswa dituntut untuk terus berproses dalam rangka menyongsong masa depan bangsa agar lebih baik lagi. Penanaman sikap kritis mahasiswa juga harus diiringi dengan adanya penanaman nilai moral-spiritual. Agar segala gerakan dan pemikiran mereka bisa terkontrol dan tidak menyalahi nilai-nilai luhur bangsa dan nilai-nilai agama. Cita-cita kemerdekaan perlu diperjuangkan dengan rasa damai dan penuh kasih sayang.

Para Pemimpin Negeriku

"Manusia diciptakan oleh Tuhan tidak untuk melakukan apa pun kecuali ibadah," kata Markijo. "Jadi jangan sampai sedetikpun dalam hidup kita, tidak bernilai ibadah." lanjutnya. " Lho, emangnya ada yang bisa melakukan hal seperti itu, Jo?" sahut Najri, "Kalaupun ada, pasti, ya, hanya wali." Markijo dan Najri adalah dua orang gelandangan yang tak punya rumah. Mereka berdua juga tak punya keluarga, entah gimana sejarahnya. Kini dia hidup dijalanan, dengan membawa beberapa pakaian yang mereka bungkus di dalam sarung. Di pagi yang segar ini, mereka sedang leyeh-leyeh di bawah pohon besar nan rindang di alun-alun Nganjuk, sambil menikmati kopi. "Ah, ya, jelas tidaklah, Jri. Semua orang bisa melakukan hal seperti itu, tidak harus jadi wali terlebih dahulu." kata Markijo. "Lantas, kau sendiri gimana, Jo? Apa kau bisa melakukan hal itu?" protes Najri.

Machiavelli dan Politik Kampus

Image
Hari ini aku belajar dan tahu beberapa hal baru. Pertama, bahwa politik itu memang kotor dan benar-benar kotor. Politik menghalalkan kelicikan (tipu muslihat) dg segala cara untuk mencapai tujuan utama, menduduki puncak kekuasaan. Kedua, bahwa " membunuh sahabat sendiri, mengkhianati teman-teman sendiri, tidak memiliki iman, hingga tidak memiliki belas kasihan, demi mendapatkan pucuk tertinggi kepemimpinan adalah hal yg wajar dan boleh, walau hal tersebut tidak beradab dan tidak bermoral, toh proses tersebut adalah kerja keras dari seorang yang menang " (Machiavelli). Ketiga, politik kampus jelas-jelas mengajarkan fanatisme dan menyebar kebencian terhadap golongan lain, minim nilai moral, demokrasi dirusak sendiri oleh mahasiswa, dan filsafat Pancasila selalu menjadi wacana belaka. Keempat, aku semakin sadar bahwa pengetahuanku tentang politik masih sangat cetek. Bahkan jauh dari hanya sekedar kata 'tahu'.

Kucing Lucu

Image
Apa hakikat penguasa itu? Apa hakikat negarawan itu? Politikus itu siapa? Demokrasi itu bagaimana? Apa pentingnya rakyat bagi mahasiswa Dan bagi semua tokoh di istana? Semua golongan sibuk dengan dapurnya Rakyat hanya dijadikan boneka Gerakan mahasiswa hilang taringnya Singa menjadi kucing lucu Berkeliaran tak punya malu Aktifis kampus lupa diri Omek-omek terpengaruh ilusi Kini Sang Penguasa tertawa lepas Pun media massa malah memuji

Kesatria

Image
Mosi harus jelas Peserta harus paham rasa mosinya Pahit dan manisnya mosi harus dirasa Tidaklah sukses seorang Paulus Pun Badiuzzaman Said Nursi Jika tidak merasa Mahasiswa bukan apa-apa Jika hidupnya tak sengsara Gajah Mada berpuasa dalam sumpah palapa Hitler berani membunuh puluhan Yahudi Dan meminum darah mereka Kesatria adalah sang Pandawa